REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Larangan berjilbab yang diterapkan Geeta International School (GIS) kepada muridnya mendapat kecaman dari Ketua Presidium Inter-Religious Council (IRC) Indonesia, yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin.
"Itu kebijakan yang tidak bijak," ujarnya usai acara Konfrensi Pers 'Pembuatan Taman Perdamaian Dunia: Harmoni untuk NKRI, di Jakarta, Selasa (24/1).
Penilaian tersebut, jelas Din, karena memakai jilbab itu merupakan bagian dari penunaian seseorang dalam beribadah.
Tak hanya itu, sambung dia, kehendak seseorang untuk memakai jilbab pun telah diatur dalam konstitusi. Yakni masuk kedalam aturan yang membebaskan seseorang untuk beribadah dan menjalankan agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Karena itu, pihaknya mendesak kepada pimpinan lembaga pendidikan tersebut untuk tidak mengambil kebijakan yang tidak bijak. Apalagi bangsa Indonesia sedang dirundung banyak masalah. "Insya Allah dengan memakai jilbab tidak akan mengurangi kinerja seseorang," kata Din



