REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menerima Anugerah Tokoh Islam 1433 H dari Kerajaan Pulau Pinang, Malaysia, Sabtu. Anugerah itu diberikan sebagai pengakuan dan penghargaan atas jasa dan perjuangan Din menampilkan Islam yang berkemajuan lewat Muhammadiyah dan mengembangkan dialog baik antar agama maupun peradaban.
Anugerah tersebut ditandatangani oleh Dato H Abdul Malik bin Abdul Qassim, Ketua Pengarah Ihwal Islam, Negeri Pulau Pinang, dan diserahkan di depan majelis oleh Dato Seri Anwar Ibrahim, tokoh Malaysia yang berasal dari negeri tersebut.
Dalam pengantarnya Dato Seri Anwar Ibrahim antara lain mengatakan dakwah pencerahan Muhammadiyah membawa resonansi kepada kemajuan Islam serantau dan Din dikenal sebagai tokoh Muslim internasional yang pikiran-pikirannya mencerahi, dan sikap konsisten serta konsekwen pada prinsip-prinsip Islam namun bersahabat dengan umat agama lain.
Terakhir Din Syamsuddin tampil berpidato di Sidang Umum PBB mewakili Islam pada peringatan World Interfaith Harmony Week. Din Syamsuddin dalam sambutan singkatnya mengucapkan syukur dan bahagia bahwa anugerah ini merefleksi peran dari organisasi yang dipimpinnya.
Din Syamsuddin Terima Anugerah Tokoh Muslim Malaysia
- 18 February 2012
- administrator
Din Syamsuddin harapkan 'Salam World' mampu aktualisasi potensi islam
- 14 February 2012
- administrator
London (ANTARA News) - Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengharap "Salam World", jejaringan Islam mampu mengaktualisasikan potensi-potensi Islam yang selama ini terpendam.
Harapan itu disampaikan oleh Din Syansuddin dalam acara Salam World Inaugural Global Summit di Ciragan Palace, Istanbul, demikian Muhamad , pejabat Salam World dalam keterangannya yang diterima ANTARA News London, Selasa.
Dalam acara tersebut hadir beraneka tokoh muslim yang dating dari berbagai negara diantaranya dari Amerika, Kanada, Yaman, Rusia, Jerman, Malaysia, Saudi Arabia, Kuwait, Libya, Polandia, Kazakhstan, termasuk Indonesia.
Din Syamsuddin lebih lanjut menyarankan agar Salam World meninggalkan hal-hal yang bersifat formal dan mengedepankan substansi dan melahirkan produk yang kompetitif. "Saya harap Salam World mampu mengaktualisasikan potensi-potensi Islam yang selama ini terpendam," ujarnya.
Selain Din Syamsuddin selaku executive board Salam World melakukan pertemuan khusus dengan pimpinan Salam World juga hadir KH. Said Agil Siroj .
Menurut Muhamad, Istanbul tempat pertemuan tersebut bagaikan perlombaan pidato, banyak tokoh muslim dari berbagai ujung dunia memberikan dukungan untuk Salam World. Mereka juga memberikan masukan apa saja yang harus diperhatikan agar usaha jejaring Islam itu sukses.
Tidak hanya itu, beberapa selebritas Islam juga hadir seperti Sammy Yusuf dan Riz Khan.
Abdul Vakhed Niyazov, Chairman of Salam World kembali menegaskan tekad timnya untuk mengisi kekosongan media sosial bernuansa Islam bagi 1,5 milyar muslim di atas dunia.
Ia berjanji, bulan Ramadhan tahun ini, Salam World akan diluncurkan dengan harapan bisa segera menjadi rumah semua kelompok Islam yang tersekat tempat, waktu, budaya serta bahasa.
Sementara itu Mahathir Muhamad dalam sambutannya menegaskan kebutuhan media sosial (jejaring sosial) bagi umat Islam saat ini sudah tidak dapat ditunda lagi.
Bila hanya mengikuti media sosial yang ada maka dampaknya relatif negatif. "Karena itu saya bersedia ikut terlibat dan mendukung lahirnya Salam World," ujarnya.
Ketua PB NU, Said Aqil Siroj menandaskan bahwa Islam bukan hanya agama yang membicarakan soal surga dan neraka. Islam juga merupakan agama yang terkait dengan ekonomi, teknologi, politik dan budaya.
Karenanya, orang Islam juga harus memiliki kemampuan dalam bidang IT.
Dipesankan agar Salam World mengedepankan tekonologi tinggi dan menebar keharmonisan. Tidak boleh menabur kebencian apalagi teorisme.
Nihad Awad, Chairman of Council of American-Islamic Relations berharap Salam World dapat mengembalikan identitas umat Islam.
Mirip dengan itu, wakil dari Kuwait meminta agar jejaring sosial yang akan lahir tersebut dapat menjadi agent of change sehingga bersifat aktif bagi penggunanya.
Semua pembiaca menyampaikan dukungannya dalam acara Inaugural Summit yang dihelat di pinggir Selat Bosporus tersebut diakhiri dengan hiburan dari Sammy Yusuf dari Inggris.
Din Ingatkan Ormas Tak Terjebak Kekerasan
- 13 February 2012
- administrator
JAKARTA - Perlawanan masyarakat Palangkaraya terhadap organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam, membuat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin angkat bicara. Din meminta kepada setiap ormas agama yang ada saat ini sebaiknya tidak mengedepankan kekerasan.
"Saya tidak menilai kelompok demi kelompok. Namun tiap kelompok manapun jangan terjebak pada kekerasan karena kita harus menolak segala bentuk kekerasa," ujar Din di sela-sela perayaan puncak World Interfaith Harmony Week di gedung Nusantara IV, kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (12/2).
Din menyatakan, setiap kelompok ataupun ormas memiliki hak untuk hidup di negeri ini. Setiap kelompok ormas juga memiliki hak berjuang di negeri ini. Hanya saja, syaratnya, tiap kelompok manapun jangan terjebak pada kekerasan.
Terutama kepada ormas-ormas agama, Din menilai sejarah membuktikan bahwa keberadaannya telah memberikan kebaikan. Ormas agama yang tidak melakukan kekerasan, kata Din, telah berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat.
"Tidak hanya NU (Nahdlatul Ulama) atau Muhammadiyah, banyak ormas yang sudah berperan untuk bangsa dan negara (tanpa kekerasan)," jelasnya.
Sumber : jpnn.com







