dotHome arrow Event arrow DIN SYAMSUDDIN SERUKAN PEMBAHARUAN
DIN SYAMSUDDIN SERUKAN PEMBAHARUAN PDF Print E-mail
Sunday, 04 January 2009

Milad Muhammadiyah ke 99

DIN SYAMSUDDIN SERUKAN PEMBAHARUAN

(Ponorogo, 4 Januari)-KETUA Umum PP Muhammadiyah Pof. Dr. Din Syamsuddin,dalam lawatan dua hari ke Banjarmasin dan Ponorogo menegaskan, warga Muhammadiyah ada baiknya melakukan pembaharuan-pembaharuan di berbagai amal usaha yang pada organisasi yang kini sudah hampir berusia satu abad itu.

Berbicara di depan sekitar 10.000an massa yang berkumpul di Padepokan Reyog Ponorogo, Minggu (4/1) pagi, Din mengingatkan akan pentingnya mengelola amal usaha di dalam organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan tersebut.

Lebih dari itu, warga Muhammadiyah juga diajak untuk melakukan Pembaharuan-pembaharuan di berbagai sisi guna membesarkan Muhammadiyah yang kini sudah menyebar ke segala penjuru tanah air, bahkan sudah memiliki cabang di berbagai negara. Din mengaku bangga, karena seorang pengamat organisasi dari luar negeri,mengatakan kepada dirinya bahwa sekarang Muhammadiyah merupakan organisasi massa yang perkembangannya paling cepat di Indonesia. Maka dari itu, guna melanggengkan kebesaran Muhammadiyah, pembaharuan harus dilakukan setiap waktu. Din Syamsuddin juga memberikan alasan soal ajakan melakukan pembaharuan kepada segenap warga Muhammadiyah. Menurutnya, pembaharuan dilakukan terhadap amal usaha Muhammadiyah agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh umat manusia di Indonesia.

"Muhammadiyah harus sukses di setiap wilayah. Harus sukses di setiap daerah. Apabila masih ada pengangguran, apabila masih ada kemiskinan, apabila masih ada buta aksara dan keterbelakangan, maka saya menganggap Muhammadiyah belum seluruhnya berhasil. Pembaharuan di bidang-biang itu harus dilakukan," ujar din disambut tepuk tangan massa yang datang dengan berbagai kendaraan pribadi itu.

Din juga sekali-sekali mengingatkan, agar hidup di Muhammadiyah, bukan untuk mencari nafkah, karena meskipun memiliki 35 juta pengikut, Muhammadiyah bukanlah perusahaan bisnis, melainkan organisasi dakwah.

"Pesan KH. Ahmad Dahlan, kita tidak boleh mencari kehidupan di Muhammadiyah, tetapi kita diharuskan menghidupi Muhammadiyah," jelasnya.

Untuk itu, saya mengajak kepada segenap warga Muhammadiyah untuk melakukan "tahadduts bin-ni'mah" (mensyukuri
nikmat), bersyukur karena pada usianya yang sudah hampir seabad sejak didirikan KH Ahmad Dahlan tahun 1912 silam, Muhammadiyah tetap eksis dan banyak berkiprah di kancah nasional maupun internasiona," tambah Din.

Din menjelaskan, tidak banyak organisasi Islam yang hadir di awal abad 20 yang mampu bertahan dalam menghadapi global sejarah maupun bertahan dalam menghadapi tantangan zaman. Tetapi Muhammadiyah terbukti tetap eksis,semakin berkiprah, dan sekarang ini Muhamadiyah semakin tersebar, menjadi satu-satunya organisasi masyarakat yang paling luas persebarannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Hal itu, diungkapkan Din kepada warga Ponorogo maupun warga Banjarmasin sehari sebelumnya.

"Tidak banyak yang tahu, di Papua sana, Muhammadiyah sangat eksis, dan bahkan memiliki lebih dari 80 amal usaha. Saya bangga dan senang saat membuka sebuah acara di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Papua beberapa waktu lalu. Diantara yang membanggakan disana, adalah adanya 2 perguruan tinggi diantaranya Stikom (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Komputer), dan satu Universitas Muhammadiyah di Sorong. Mungkin dalam hal ini, PWM di sini sedikit tertinggal dibanding PWM di Papua,"ujar Din saat di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, disambut tepuk tangan peserta Milad.

"Di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang muslimnya sedikit, ternyata justru mampu mendirikan sebuah universitas besar yang 60% mahasiswanya justru non Muslim. Maka dari itu, kalau bisa, kedatangan saya di PWM-PWM, diharapkan tidak sekedar berceramah, melainkan juga, dalam rangka meresmikan minimal satu amal usaha. Alhamdulillah, sebelum kedatangan saya, salah satu Ketua PP Muhammadiyah, Pak Muklas Abror sudah meresmikan sebuah Masjid Besar di Martapura yang dibangun dengan anggaran hampir 3 Miliar. Sejak Muktamar Muhammadiyah di Malang tiga tahun lalu, alhamdulillah Muhammadiyah telah banyak berkiprah dan terdapat dinamika Muhammadiyah yang luar biasa, meskipun menurut saya sebagai perkembangan yang tidak begitu cepat.

Dalam kondisi sekarang ini, Muhammadiyah memang susah berkembang dengan cepat karena dipengaruhi kondisi global yang dirasakan semua pihak. Di beberapa wilayah, ada dinamika dan pembaruan pembangunan di bidang pendidikan, meskipun dengan
tahap-tahap tertentu. Di Surabaya, sudah dibangun sebuah sekolah dasar internasional yang tahap pembangunannya sudah 90%. Saya akan tunggu hingga 100% untuk peresmiannya,"ujar Din.

Din juga memuji berdirinya beberapa Gedung Dakwah Muhammadiyah di PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) dan bahkan di PCM-PCM. Yang membanggakan, kata Din, kantor-kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah itu dibangun megah dengan beberapa lantai.Bahkan di Kota Semarang, dibangun gedung berlantai 7.

"Yang paling cepat perkembangannya barangkali di bidang kesehatan. Sebelum Muktamar Muhammadiyah di Malang, hanya tercatat 131 RS Muhammadiyah dari sekitar 500 lembaga kesehatan yang ada. Tetapi sekarang Alhamdulillah sudah ada 170 RS Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dan saya bisa meresmikan Rumah Sakit-Rumah Sakit itu, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga di tingkat kecamatan maupun desa-desa," tambah Din.

Selain bidang kesehatan, perkembangan yang begitu cepat, adalah lembaga keuangan mikro, Muhammadiyah harus berbangga. Karena hingga kini, Muhammadiyah telah memiliki 300 lebih lembaga ini. Sebagai contoh di Wiradesa Pekalongan, tahun 1995 memiliki sebuah BMT Muhammadiyah, yang hanya bermodalkan Rp 10 Juta, kini berkembang hingga mencapai Rp 10 Miliaran. Di Riau, Din juga baru saja meresmikan BMT Muhammadiyah ke 21 dari 100 BMT yang ingin dibangun hingga akhir periode kepemimpinan Muhammadiyah di sana. Din memuji sebuah BMT Muhammadiyah yang berhasil merebut hati masyarakat di Pekanbaru. Dari 100 persen peran lembaga rentenir di sebuah pasar besar di Pekanbaru, kini tinggal 30 persen eksistensi rentenir tersebut, setelah BMT Muhammadiyah berperan di sana. Pendekatan terhadap bank-bank Syariah di Pekanbaru,kemudian menghasilkan pengelolaan lembaga keuangan mikro di Pekanbaru yang sukses.

Fotonya Dipakai Kampanye

Din Syamsuddin di sela-sela Milad sempat mengomentari fenomena baru saat ini. Dia mengaku tak keberatan fotonya digunakan oleh berbagai pihak untuk kegiatan kampanye baik legislatif maupun kampanye partai politik di berbagai pelosok di Indonesia.

Fenomena pemasangan foto dirinya dalam promosi pilkada, kampanye legislatif dan kampanye partai politik, kata Din di hadapan pengurus dan jamaah Muhammadiyah pada peringatan "milad" Muhammadiyah ke 99 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalimantan Selatan Sabtu (3/1), semula dirinya merasa keberatan karena tanpa ijin terlebih dulu. Namun, karena dari ke hari pemanfaatan foto ini semakin banyak, akhirnya Din mengijinkan siapapun untuk memakai foto dirinya untuk keperluan kampanye.

"Soal foto ini, saya melihat banyak dipampang di pinggir-pinggir jalan, di spanduk-spanduk, semula saya merasa keberatan. Tetapi karena tidak bisa dihalangi lagi, akhirnya ya sudah, pakai saja semua foto saya,'' ungkap Din yang disambung gerrr lebih dari seribu jamaah Muhammadiyah.

Din kemudian menyebutkan beberapa pihak yang telah memanfaatkan foto dirinya untuk kepentingan kampanye antara lain dari PMB (Partai Matahari Bangsa), PAN (Partai Amanah Nasional) dan juga PKS (Partai Keadilan Sejahtera). ''Kemarin selain dari PMB, juga kawan-kawan dari PAN mendatangi saya dan bertanya,bolehkah Pak Din, foto Anda saya pakai untuk kampanye. Ada juga dari salah satu calon anggota DPD dari PKS yang pernah aktif di Pemuda Muhammadiyah, tahu-tahu foto-foto pertemuan dengan saya
dipasang di stiker-stiker. Juga calon legislatif dari berbagai parpol, juga melakukan hal yang sama. Untuk itu, saya mengijinkan penggunaan foto-foto tersebut,asal tidak mencantumkan jabatan saya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah.

**** Hanya ikan mati yang ikut arus. Meski tidak ada salahnya ikan hidup ikut arus, tapi dia punya rencana dan tahu kemana air itu mengalir ***

 
< Prev   Next >
 
 
 

Warning: fopen(/home/sloki/user/t84050/sites/m-dinsyamsuddin.com/www/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [
function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/sloki/user/t84050/sites/m-dinsyamsuddin.com/www/components/com_sef/shCache.php on line 106