dotHome arrow News arrow INDONESIA NEGERI MUSLIM DEMOKRATIS TERBESAR DI DUNIA
INDONESIA NEGERI MUSLIM DEMOKRATIS TERBESAR DI DUNIA PDF Print E-mail
Wednesday, 15 July 2009

(Wina, 15 Juli 2009)—Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin mengatakan Indonesia sangat potensial jadi negeri Muslim demokratis terbesar di dunia, karena Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia dan demokrasi sedang berlangsung baik. Hal ini dikatakan Din Syamsuddin dalam ceramahnya pada seminar Islam and Democracy: An Indonesian Perspective. Seminar ini diselenggarakan KBRI Wina dan Austrian Academy of Science. Seminar diikuti 100-an peminat dan pemerhati demokrasi. Dari Indonesia hadir sebagai pembicara dari Indonesia antara lain Prof. Dr.Bahtiar Ali, pakar komunikasi politik Universitas Indonesia.

Din Syamsuddin dalam ceramahnya mengulas tentang Pileg dan Pilpres yang baru berlangsung di Indonesia yang relatif lancar, aman dan tertib, walau masih banyak kelemahan dan kekurangan. Memang demokratisasi Indonesia masih bersifat prosedural, namun hal-hal bersifat substantif sudah mulai disuarakan. Inilah yang menjadi perhatian Ormas-ormas Islam, yang tetap mengawal demokrasi agar tidak kehilangan arah dan makna. Din mengatakan, sebenarnya demokrasi bukan barang baru di Indonesia karena proses demokrasi liberal pernah terjadi pada 1955. Bahkan praktek demokrasi, khususnya musyawarah, sudah hidup berkembang di suku-suku tertentu jauh sebelum negara ada. Hal ini merupakan landasan budaya positif bagi kelangsungan demokrasi, karena tanpa landasan kuktural memadai demokrasi akan mandeg.

Menurut Din, akar budaya demokrasi itu ikut dipengaruhi Islam yang menekankan musyawarah dan mufakat. Maka dapat dikatakan bahwa Islam berperan dalam mendorong demokrasi di Indonesia, dan akan menjadi faktor determinan bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Pemilu sejak era reformasi juga ikut dipengaruhi oleh Islam. Arus utama Islam Indonesia memandang demokrasi kompatibel dengan Islam dan dapat berjalan saling memperkuat. Ormas-ormas Islam telah tampil sebagai pendorong dan pengawal demokrasi Indonesia.

Namun, tegas Din, demokrasi yang ingin dikembangkan adalah demokrasi yang mengedepankan nilai-nilai etika dan moral, bukan demokrasi liberal apalagi yang membenarkan segala cara untuk mencapai kemenangan. Dalam kaitan ini, Din  jelaskan, Ormas-ormas  Islam tidak segan-segan memberi kritik jika ada deviasi moral dalam proses demokrasi.

Walau ada kendala terhadap demokrasi, Din  menjamin selama arus utama Islam Indonesia mendukung demokrasi maka proses tersebut  akan bisa berlangsung baik dan substantif. Maka dunia akan menyaksikan Indonesia menjadi negeri Muslim demokratis terbesar di dunia, dan akan membawa resonansi positif bagi Dunia Islam.
 
Pada bagian lain ceramahnya, Din  mengatakan bahwa kemenangan politik Islam di Indonesia tidak hanya ditandai oleh perolehan suara-suara partai-partai Islam dan penguasaan posisi-posisi politik kenegaraan tapi pada sejauh mana nilai-nilai Islam seperti keadilan, kebenaran, persamaan dapat menjadi bagian dari  watak bangsa. Ini yang harus terus diperjuangkan bersama seluruh komponen bangsa. Dan ini yang harus menjadi agenda mendesak untuk lima tahun mendatang. ##
 

 
Next >
 
 
 

Warning: fopen(/home/sloki/user/t84050/sites/m-dinsyamsuddin.com/www/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [
function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/sloki/user/t84050/sites/m-dinsyamsuddin.com/www/components/com_sef/shCache.php on line 106