dotHome arrow Event arrow Muhammadiyah Canangkan Gerakan Amal Usaha
Muhammadiyah Canangkan Gerakan Amal Usaha PDF Print E-mail
Sunday, 18 January 2009

(Cirebon, 18 Januari) --Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin,  Ahad (18/1) pagi tiba di Cirebon dalam rangka Milad Muhammadiyah ke 99 yang diselenggarakan Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PDM) Cirebon, serta peresmian pembangunan tahap kedua Gedung Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan beberapa peresmian amal usaha di lingkungan Muhammmadiyah Cirebon. Din Syamsuddin diterima Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM di di rumah dinas Jl R.A Kartini No 1. Di Pendopo Kabupaten ini juga berlangsung  acara Milad Muhammadiyah dihadiri tidak kurang dari 3000 warga Muhammadiyah setempat.
 

Din mengatakan bahwa dirinya merasa rindu pada Cirebon, maka untuk datang ke kota itu, Din terpaksa harus membatalkan beberapa acara penting yang lain. Meskipun kehadiran Din dalam rangka perayaan Milad Muhammadiyah, namun pada kesempatan itu, Din sudah mulai memperkenalkan isu-isu Muhammadiyah yang akan segera menggelar Muktamar satu abad.

"Muktamar Muhammadiyah satu abad, akan diselenggarakan tahun 2010 di kota kelahirannya yakni di Yogyakarta. Untuk menyongsong Muktamar Muhammadiyah ini, saya mengajak warga Muhammadiyah meningkatkan prestasinya. Muhammadiyah perlu memanfaatkan media komunikasi agar prestasi kita bisa ditiru oleh daerah lain. Kita perlu mewartakan semua prestasi ini agar masyarakat juga mengetahui dinamika Muhammadiyah,"ujar Din saat memberikan sambutan.

Itulah sebabnya sejak awal terpilihnya sebagai Ketua Umum Muhammadiyah, Din memutuskan untuk datang ke daerah hanya untuk meresmikan amal usaha Muhammadiyah, seperti yang dilakukannya di Cirebon. Hal itu, menurut Din dilakukan agar Muhammadiyah melakukan pembangunan di segala bidang.

"Kita sudah memiliki ratusan rumah sakit dan universitas. Maka, agar amal usaha itu bermanfaat, khususnya  prestasi universitas yang dimiliki Muhammadiyah perlu digalakkan. Prestasi yang dimaksud adalah prestasi akademik agar kader-kader kita bisa dikenal handal dalam penelitian-penelitian dan handal dalam prestasi pembangunan yang lain sehingga kader-kader kita menjadi tokoh-tokoh berkemampuan tinggi dan dikenal masyarakat luas,"ujarnya.

"Kalau perlu, pimpinan amal usaha Muhammadiyah harus menjadi 'provokator' positif untuk bangsa ini agar memicu dinamisasi secara umum. Saya berharap, mulai saat ini Muhammadiyah  harus bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. Kita selama ini mungkin baru menjadi 'parth of the problem'--bagian dari masalah-- dari sekian persoalan bangsa. Kita harus menjadi penggerak terdepan dalam pemberantasan kemiskinan, kebodohan, dan buta aksara," tambahnya.

Lebih lanjut ,Din mengatakan bahwa perlu adanya orientasi pendidikan ke arah pembentukan watak bangsa. Terutama untuk menghadapi globalisasi yang penuh dengan persaingan. Idealnya,  pendidikan nasional harus mampu mendorong keunggulan dinamis bangsa.

Oleh karena itu, pendidikan harus berorientasi nilai, bukan sekedar pengajaran semata. Dengan adanya perubahan orientasi pendidikan khususnya, maka diharapkan terwujudnya masyarakat yang cerdas dan ahli, sehingga tak akan lagi kemiskinan dan kebodohan yang melekat kepada bangsa kita kelak.

Untuk mendukung ucapannya, Din bercerita, bahwa suatu saat dirinya pernah diundang ke PBB untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kemiskinan.  Karena yang diundang hanya 12 tokoh agama.

"Tapi saya sedih, meskipun saya diundang mewakili Asia, ternyata saya baru sadar bahwa undangan itu sama saja dengan mengklaim bahwa Indonesia adalah negara miskin. Ketika saya dimintai bagaimana meningkatkan pengentasan kemiskinan, maka saya meniru 'gaya' pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Saya bilang di PBB, bahwa kita akan mengamalkan Al Qur'an Surat Al Ma'uun. Kita akan berdayakan warga miskin agar bangkit dan hidup yang lebih baik,"kata Din.

Yang perlu dilakukan adalah, perlu dibangkitkannya semangat Muhammadiyah agar warganya bisa menjadi kekuatan yang dipertimbangkan keberadaannya.

Agar menjadi kuat, harus ada persatuan. Jauhkan konflik, jauhi gesekan yang melelahkan. Kebersamaan adalah sangat penting untuk membentuk masyarakat yang kuat. Maka, jika semua menjadi kuat, Indonesia akan menjadi negara yang terhormat. Bukan menjadi negara yang tercerai berai. Kita akan menjadi negara yang ber Bhineka Tuinggal Ika.

Penghijauan dan Dinamika Kampus UMC
 
Sebelumnya,  yakni ketika perayaan Milad Muhammadiyah di Pendopo Kabupaten, Din mendapat laporan rangkaian kegiatan Milad dari panitia setempat. Diantara yang menarik dari laporan panitia adalah soal kegiatan penghijauan dengan cara penanaman pohon dan berbagai kegiatan sosial yang lain. Menurut panitia, hampir 13 kecamatan di Cirebon telah diratai dengan penghijauan. Selain penanaman pohon juga diselenggarakan berbagai kegiatan lain misalnya seminar, donor darah, lomba puisi dan lain sebagainya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cirebon, Drs. H. Ahmad Effendy, M.Si  pada kesempatan yang sama mengatakan, semula mahasiswa UMC yang terdaftar hanya 400 mahasiwa, namun setelah gedungnya dibangun, kini sudah 1700 mahasiswa berada di dalam universitas setiap hari. Padahal targetnya semula hanya 1000 mahasiswa.

"Namun melalui acara ini, saya berhasil mengidentifikasi kenyataan, bahwa ternyata mahasiswa UMC itu justru bukan dari warga Muhammadiyah. Kami juga berkeinginan akan adanya Akademi Gizi. Tetapi kami bersyukur karena di sini sudah ada Sekolah Menengah Farmasi Muhammadiyah yang tahun ini sudah 400 yang mendaftar,"ujar Effendy.

Sementara,  menanggapi laporan PDM Cirebon,  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang diwakili Drs. M. Syafii menambahi, bahwa perlu adanya pengkaderan dari warga Muhammadiyah guna mengantisipasi fenomena itu.

"'Muhammadiyah telah bekerja sejak kader-kader kita yang terdahulu. Pengkaderan sangat perlu, karena untuk memperkuat organisasi kita. Jangan sampai kita menjadi calo 'penumpang'. Yakni, mengajak orang lain masuk ke Muhammadiyah, tetapi kita sendiri tidak melakukannya ,"ujar Syafii.

Bupati Cirebon menekankan, agar Muhammadiyah bahu membahu memecahkan semua persoalan di Cirebon.

"Muhammadiyah diharapkan berkiprah dan hasilnya bisa dirasakan segenap warga Cirebon,"ujar Bupati. Muhammadiyah, menurut Bupati, diharapkan bisa menjadi partner pemerintah yang komit dalam melaksanakan program-programnya.
 

 
< Prev   Next >
 
 
 

Warning: fopen(/home/sloki/user/t84050/sites/m-dinsyamsuddin.com/www/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [
function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/sloki/user/t84050/sites/m-dinsyamsuddin.com/www/components/com_sef/shCache.php on line 106