|
PERLU TEOLOGI PRAKTIS UNTUK WUJUDKAN KERJASAMA ANTARUMAT BERAGAMA. |
|
|
|
|
Wednesday, 07 October 2009 |
|
(Washington, 7 Oktober)--Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin sedang berada di Washington, DC, AS, menghadiri konferensi A Common Word Conferece di Georgetown University yang berlangsung dari 6 sampai 8 Oktober. Konferensi ini merupakan forum dialog antara tokoh Islam dan tokoh Kristen yang sudah berlangsung tiga kali. Konferensi kali ini dihadiri 300 tokoh Islam dan Kristen dari seluruh dunia. mengambil tema "A Global Agenda for Change".
Hari ini, Din Syamsuddin, yang juga Presiden Kehormatan World Confrence on Religions for Peace atau Konperensi Dunia Agama dan Perdamaian, memimpin sidang Konperensi tentang Teologi Praktis dalam Aksi Nyata.
Tokoh-tokoh Islam dan Kristen yang hadir antara lain Syeikh Ali Jom'a, mufti dari Mesir, Prof Mustofa Ceric dari Bosnia, Prof. Hossein Nasr dan Anwar Ibrahim, keduanya dari Malaysia, dan sejumlah kardinal, Prof. Esposito, dan Tony Blair.
Konferensi yang diadakan sebagai respons terhadap dampak pernyataan Paus Benediktus XVI beberapa waktu lalu, berupaya menemukan kata satu atau “kalimatun sawa' di antara Muslim dan Kristiani. Konperensi sudah berlangsung 3 kali di Yale dan Vatikan.
Kali ini di Georgetown lebih menekankan orientasi praktis yakni dengan menurunkan pembahasan ke realitas di bawah. Maka diperlukan teologi yang tidak abstrak tapi riil dan praktis tentang bagaimana mewujudkan harmoni dan kerjasama antara umat Islam dan Umat Kristiani dalam membangun peradaban dunia. (md) |